Pembukaan Eurasia Lecturer Series 2026 bertajuk “Media and Cultural Studies for Global Peace”

Sejak kemunculannya pada tahun 1969, perkembangan dunia menjadi tidak sama seperti sebelumnya. Internet dan perkembangan dunia digital tidak hanya berbicara tentang teknologi, namun juga berkaitan dengan realitas yang juga berubah. Melalui media digital, realitas tidak lagi dipahami sebagai kenyataan pasif, namun menjadi kenyataan yang terus direproduksi, dikonstruksi, bahkan dipilih mana yang harus ditampilkan dan mana yang disembunyikan. Perkembangan ini berdampak pada perubahan relasi manusia, termasuk munculnya bentuk relasi kuasa baru.

Fenomena ini ditangkap oleh Departemen Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta, sebagai tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan nalar kritis mahasiswa. Bekerjasama dengan Eurasia Foundation (from Japan), Departemen Pendidikan Sosiologi merancang kegiatan Eurasia Lecturer Series yang dilakasanakan selama 1 semester penuh. Seri perkuliahan ini mengambil tema “Media and Cultural Studies for Global Peace”, yang juga membawa mandat dari Eurasia Foundation untuk menyebarkan dan menciptakan perdamaina dunia.  

Sehingga, Semester genap 2025 menjadi momentum yang tepat untuk melakukan kick off seri perkuliahan ini, yang dilaksanakan pada hari Rabu 11 Februari 2026, bertempat di Ruang Aula Gedung FISIP B, Universitas Negeri Yogyakarta. Episode pertama kegiatan Eurasia Lecturer Series ini menghadirkan dosen dari Universitas Negeri Yogyakarta, yaitu Dr. Nur Endah Januarti.

Secara reguler, kegiatan ini diikuti oleh 93 mahasiswa dari Departemen Pendidikan Sosiologi. Namun, pada setiap pertemuan, peserta dari berbagai prodi dan perguruan tinggi juga ikut bergabung dalam kegiatan ini. Terdapat 17 sesi dan 17 pembicara dari dalam maupun luar negeri, mulai dari akademisi hingga praktisi, dengan masing-masing materi yang tidak hanya membedah realitas namun sekaligus mengajak peserta berpikir kritis terhadap perkembangan media digital era sekarang. Untuk menambah pengalaman langsung dalam pembelajaran, kegiataan ELS ini juga menyelenggarakan 2 kali Study Excursion, yaitu ke Kantor Kedaulatan Rakyat untuk belajar tentang bagaimana media konvensional bertahan di tengah gempuran media digital. Yang kedua, Study Excursion berkesempatan mendatangi Kraton Jogja untuk belajar langsung bagaimana proses digitalisasi kraton.

Dari kegiatan Eurasia Lecturer Series ini, harapannya dapat menjadi wadah untuk memperkaya perspektif keilmuan sivitas akademika, serta mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memahami keberagaman perspektif budaya, dan mampu memanfaatkan media secara bijak untuk mempromosikan dialog, toleransi, dan perdamaian. (SGA)