You are here
Mahasiswa PK UNY Latih Siswa SMA Negeri 2 Yogyakarta Merancang Kebijakan untuk Atasi Kesenjangan Sosial
Primary tabs

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengajak siswa kelas XI SJ 9 SMA Negeri 2 Yogyakarta menganalisis berbagai bentuk kesenjangan sosial melalui kegiatan pembelajaran Sosiologi bertajuk “Apabila Saya Menjadi Pemimpin”. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami persoalan sosial sekaligus merumuskan alternatif kebijakan berdasarkan permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian kesenjangan sosial, berbagai bentuk kesenjangan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Mahasiswa PK kemudian mengajak siswa menghubungkan konsep tersebut dengan berbagai persoalan yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah memahami materi, siswa dibagi menjadi enam kelompok yang masing-masing terdiri atas enam orang. Setiap kelompok memperoleh kasus yang berbeda, meliputi kesenjangan dalam bidang pendidikan, ekonomi, akses terhadap teknologi, fasilitas kesehatan, kesempatan kerja, serta kesenjangan antarwilayah.
Dalam kelompok, siswa diminta menganalisis persoalan yang diberikan dengan memosisikan diri sebagai pengambil kebijakan. Mereka mengidentifikasi permasalahan utama, menganalisis dampak yang ditimbulkan, mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang terdampak, kemudian menyusun alternatif kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Hasil diskusi dituangkan dalam rancangan kebijakan berbentuk infografis. Setiap kelompok menyajikan informasi mengenai persoalan yang dikaji, dampak kesenjangan, kebijakan yang diusulkan, serta hasil yang diharapkan. Setelah menyelesaikan rancangan tersebut, perwakilan kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dan memperoleh tanggapan dari kelompok lain.
Mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator selama proses pembelajaran. Mereka memberikan arahan dalam mengidentifikasi persoalan, membantu siswa mengembangkan argumen, serta mendampingi kelompok ketika mengalami kesulitan dalam menganalisis kasus. Pola pembelajaran ini memberikan ruang kepada siswa untuk tidak hanya menerima konsep, tetapi juga menggunakannya untuk membaca persoalan sosial dan merumuskan alternatif penyelesaian.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Siswa dilatih untuk mengidentifikasi hubungan antara penyebab dan dampak suatu persoalan sosial, memahami bahwa kesenjangan dapat memberikan dampak yang berbeda bagi kelompok masyarakat, serta mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dalam merumuskan suatu kebijakan. Kegiatan kelompok juga mendorong kemampuan bekerja sama, bertukar gagasan, menghargai pendapat, dan menyampaikan ide secara sistematis.
Kegiatan “Apabila Saya Menjadi Pemimpin” sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa PK UNY menghadirkan pembelajaran Sosiologi yang dekat dengan persoalan kehidupan masyarakat. Dengan mengembangkan kemampuan analisis dan penyusunan alternatif solusi, siswa diharapkan mampu memandang kesenjangan sosial tidak sekadar sebagai konsep dalam pembelajaran, tetapi sebagai persoalan nyata yang membutuhkan perhatian dan pemikiran kritis.
Kegiatan ini juga berkontribusi pada implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities). Melalui pembelajaran mengenai berbagai bentuk kesenjangan dan simulasi pengambilan kebijakan, siswa diajak memahami pentingnya akses, kesempatan, dan partisipasi yang lebih setara bagi berbagai kelompok masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran Sosiologi tidak hanya memperkuat kompetensi akademik siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya upaya mengurangi kesenjangan dalam kehidupan bermasyarakat. (Kristian Arka)
Link Terkait
Sistem Informasi
Kontak Kami
Channel Dilogi
Podcast Dilogi
Copyright © 2026,















