Tingkatkan Pemahaman Perubahan Sosial, Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa Kelas 12E Susun Mind Mapping Berbasis SDGs Pendidikan Berkualitas

Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Departemen Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Yogyakarta , Devi Agista Pramaysela, melaksanakan kegiatan pembelajaran bertema Perubahan Sosial untuk kelas 12E. Pemilihan tema ini didasarkan pada keterkaitannya dengan SDGs poin keempat, mengingat kegiatan ini bertujuan menciptakan proses belajar yang inklusif, aktif, dan bermakna bagi peserta didik, sejalan dengan semangat pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata.

Kegiatan ini bertujuan agar siswa lebih memahami secara mendalam konsep perubahan sosial, mulai dari bentuk-bentuk, teori-teori, hingga dampak yang ditimbulkannya di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Asel selaku pelaksana kegiatan membuka sesi dengan pemaparan singkat mengenai konsep dasar perubahan sosial, kemudian mengarahkan peserta didik untuk membentuk kelompok kecil guna menyusun mind mapping dari sub bab materi tersebut. Melalui metode ini, siswa diajak untuk mengeksplorasi dan menghubungkan konsep-konsep secara visual, sehingga materi yang tergolong kompleks dapat lebih mudah dipahami dan diingat. Proses pembelajaran berlangsung interaktif, dengan siswa aktif berdiskusi, bertanya, dan saling melengkapi hasil pemetaan pikiran masing-masing kelompok. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Devi Agista Pramaysela sebagai pelaksana sekaligus pengajar, serta seluruh peserta didik kelas 12E sebagai sasaran utama kegiatan.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para siswa dalam menyusun mind mapping, yang tercermin dari keaktifan mereka berdiskusi dan kemampuan menjelaskan kembali konsep perubahan sosial secara runtut. Dampak yang dirasakan adalah meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi perubahan sosial, baik dari sisi teoritis maupun aplikatif, serta terasahnya kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim melalui diskusi kelompok. Manfaat lain yang diperoleh adalah tumbuhnya kebiasaan belajar yang lebih kreatif dan partisipatif di kalangan siswa. Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif, relevan, dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar-mengajar.

Ke depannya, diharapkan metode pembelajaran berbasis mind mapping seperti ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan pada materi-materi lain, tidak hanya di kelas 12E tetapi juga di kelas-kelas lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya belajar yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan berkualitas sesuai dengan target SDGs. (Devi Agista)