You are here
Bekali Mahasiswa Hadapi Risiko Masyarakat Modern, Departemen Pendidikan Sosiologi UNY Gelar Pelatihan Resiliensi Lingkungan
Primary tabs

Baru-baru ini Departemen Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan resiliensi bagi mahasiswa peserta mata kuliah Sosiologi Lingkungan di Aula Pascasarjana FISIP UNY, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini digelar setelah mahasiswa menyelesaikan Ujian Akhir Semester dan termasuk pada program kegiatan perkuliahan di luar kelas dengan tujuan membekali mahasiswa kemampuan resiliensi dalam menghadapi berbagai risiko sosial di era modern.
Materi perkuliahan Sosiologi Lingkungan mengenal konsep manufacturing risk dari Ulrich Beck, sebuah gagasan yang dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Risiko yang dihadapi masyarakat modern tidak lagi datang dari alam, melainkan diciptakan sendiri oleh manusia melalui sistem dan teknologi yang lahir dari modernisasi dan globalisasi. Dari konsep itulah pelatihan resiliensi ini menemukan relevansinya, menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan kemampuan nyata yang dibutuhkan mahasiswa untuk menghadapi ketidakpastian zaman.
Pelatihan ini dipandu oleh Prof. Dr. Siti Irene Astuti Dwiningrum, M.Si., dan Aris Martiana, M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah Sosiologi Lingkungan Departemen Pendidikan Sosiologi UNY. Turut hadir sebagai narasumber Dr. Ahmad Chafid Alwi, M.Pd., yang memberikan perspektif tambahan dalam tema besar yang diusung, "Pelatihan Resiliensi Lingkungan untuk Mitigasi Masyarakat Digital".
Rangkaian kegiatan tidak hanya berisi materi pembekalan, tetapi disusun dalam beberapa agenda berurutan. Sesi pertama diisi asesmen awal untuk mengukur tingkat resiliensi mahasiswa. Hasil asesmen ini menjadi acuan kesiapan mental mahasiswa sebelum materi inti disampaikan. Pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Irene, yang menjelaskan bahwa resiliensi dapat dibangun secara sadar, bukan sekadar kemampuan bawaan yang dimiliki sebagian orang.
Selepas pemaparan materi, mahasiswa diajak menuangkan perasaan mereka terkait risiko sosial dan lingkungan melalui media gambar. Suasana pelatihan kemudian dicairkan dengan sesi game dan teka-teki yang sekaligus melatih kemampuan berpikir adaptif mahasiswa. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi sharing group discussion. Mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil untuk bertukar cerita dan strategi menghadapi risiko dalam kehidupan sehari hari. Di akhir acara, Prof. Irene menyampaikan harapannya kepada mahasiswa yang hadir. "Kemampuan resiliensi ini menjadi bekal bagi mahasiswa sekalian untuk menghadapi permasalahan yang akan datang di kemudian hari," ujarnya. Begitu juga, Aris Martiana, M.Si., turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa, "Risiko di era digital ini nyata dan akan terus mengalami perkembangan, sehingga resiliensi bukan lagi menjadi pilihan individu maupun kelompok, melainkan sebuah kebutuhan. Semoga pelatihan resiliensi ini dapat menjadi bekal mahasiswa untuk bisa lebih resilien dan dapat beradaptasi untuk menghadapi dinamika di Masyarakat”. (Rajif Muzamil Rohman)
Link Terkait
Sistem Informasi
Kontak Kami
Channel Dilogi
Podcast Dilogi
Copyright © 2026,















