You are here
Mahasiswa PK Pendidikan Sosiologi Bahas Ekspektasi Sosial dan Identitas Perempuan melalui kegiatan Keputrian SMA UII Yogyakarta
Primary tabs

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut berkontribusi dalam kegiatan Keputrian di SMA UII Yogyakarta dengan mengangkat tema “Girlhood”: Menjadi Perempuan di Tengah Banyak Ekspektasi”. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan refleksi bagi murid perempuan untuk memahami berbagai ekspektasi sosial yang melekat pada perempuan sejak usia remaja.
Keputrian merupakan salah satu kegiatan rutin SMA UII Yogyakarta yang dilaksanakan setiap Jumat bersamaan dengan pelaksanaan sholat Jumat bagi murid laki-laki. Kegiatan ini diperuntukkan bagi murid perempuan sebagai ruang pembinaan, edukasi, dan diskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan perempuan.
Pada pelaksanaan 21 Agustus 2026, kegiatan dikemas dalam bentuk sharing session interaktif selama kurang lebih 30 menit. Materi disampaikan oleh Dinda Indah Rara Anggun, mahasiswa PK Program Studi Pendidikan Sosiologi UNY, bersama Nafisah Nur Zahra, mahasiswa PK Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNY. Keduanya mengajak murid mendiskusikan pengalaman dan realitas keseharian perempuan dari perspektif sosial serta refleksi personal.
Sesi diawali dengan pertanyaan pemantik mengenai pengalaman murid dalam menjalani kehidupan sebagai perempuan. Pembahasan kemudian diarahkan pada makna girlhood serta berbagai ekspektasi sosial terhadap perempuan yang dapat muncul dari keluarga, lingkungan sekolah, media sosial, maupun budaya masyarakat.
Salah satu topik yang mendapat perhatian adalah beauty standard atau standar kecantikan. Murid diajak membedakan antara self-improvement, yaitu upaya mengembangkan diri berdasarkan pilihan dan kebutuhan personal, dengan self-rejection, yaitu kecenderungan menolak atau merendahkan diri karena merasa tidak memenuhi standar tertentu.
Selain itu, murid juga diajak mengenali perbedaan antara pilihan pribadi dan tuntutan sosial yang sering kali dipersepsikan sebagai kewajiban bagi perempuan. Diskusi berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan refleksi mengenai sosok perempuan yang ingin mereka kembangkan di tengah beragam ekspektasi yang ada di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kesadaran kritis terhadap konstruksi gender dan stereotype yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai pembahasan mengenai tuntutan untuk bersikap lembut dan sopan, standar penampilan, hingga ekspektasi terhadap peran perempuan menjadi bagian dari refleksi bersama.
Dinda menyampaikan bahwa pembahasan mengenai girlhood penting diberikan kepada remaja karena pengalaman menjadi perempuan tidak terlepas dari berbagai konstruksi sosial yang berkembang di lingkungan mereka.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak murid menyadari bahwa tidak semua ekspektasi sosial harus menjadi ukuran dalam menentukan diri mereka. Mereka dapat mengenali nilai yang ingin mereka pegang sekaligus mempertimbangkan kembali tuntutan yang tidak sesuai dengan pilihan dan kebutuhan mereka,” ungkap Dinda.
Kegiatan Keputrian tersebut juga menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang bagi murid untuk mendiskusikan pengalaman dan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan perempuan secara terbuka. Pendampingan guru pembina bersama mahasiswa PK turut menciptakan suasana diskusi yang memungkinkan murid menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka.
Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender, khususnya melalui upaya meningkatkan kesadaran mengenai stereotip gender, mendorong pemberdayaan perempuan, serta memberikan ruang pendidikan yang mendukung pengembangan kapasitas murid perempuan.
Mahasiswa PK Pendidikan Sosiologi UNY berharap kegiatan dengan tema-tema keperempuanan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan di SMA UII Yogyakarta. Keputrian diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan dialog bagi murid dalam memahami berbagai persoalan perempuan dan kesetaraan gender.
Kolaborasi antara mahasiswa PK dan sekolah tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UNY dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik pendidikan di sekolah sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam membangun lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan bagi murid perempuan untuk berkembang dan berpartisipasi secara setara. (Dinda Indah Rara)
Link Terkait
Sistem Informasi
Kontak Kami
Channel Dilogi
Podcast Dilogi
Copyright © 2026,















