You are here
Kreasikan Media Pembelajaran: Guru Sosiologi Kota Yogyakarta Sulap Teori dan Realitas Sosial Jadi Komik Edukatif
Primary tabs

Suasana ruang kelas di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta diwarnai dengan perancangan sketsa dan diskusi interaktif pada Selasa, 8 September 2026. Momen tersebut menandai dilaksanakannya sesi 3 rangkaian program “Pendampingan Kolaboratif Bagi Guru untuk Mengatasi Stagnasi Keilmuan dan Dekontekstualisasi Pembelajaran”, yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Departemen Pendidikan Sosiologi FISIP UNY yang diketuai oleh Dr. Grendi Hendrastomo, S.Sos., M.M., M.A., bekerja sama dengan Departemen Sosiologi UGM serta MGMP Sosiologi Kota Yogyakarta.
Fokus pertemuan ini berpusat pada perancangan dan penyusunan media pembelajaran visual. Pada sesi ini, para peserta menerima pembekalan materi terpadu mengenai Strategi Implementasi Analisis Sosiologi Berbasis Teoretis serta Pemanfaatan Media Visual untuk Meningkatkan Pemahaman Murid dan Mengembangkan Pembelajaran yang Menyenangkan. Pemaparan tersebut memberikan penguatan substantif bagi para guru sosiologi di Kota Yogyakarta mengenai optimalisasi media visual dalam menjembatani kompleksitas teori sosiologi agar lebih konkret dan kontekstual.
Semangat peserta kian terlihat saat memasuki sesi praktik kelompok. Berbekal draf analisis fenomena sosial yang telah disusun pada sesi sebelumnya, para guru berkolaborasi merangkai alur cerita visual, merancang karakter tokoh, hingga menyusun dialog edukatif yang mengintegrasikan dinamika kehidupan murid dengan pisau analisis sosiologi ke dalam bentuk Komik Sosiologi.
Pengembangan komik ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap karakteristik murid di era digital. Seluruh karya komik edukatif yang berhasil disusun oleh para kelompok guru ini selanjutnya dipersiapkan untuk ditampilkan pada puncak agenda Showcase Media Pembelajaran di sesi berikutnya.
Penguasaan inovasi media berbasis visual ini ditargetkan mampu meningkatkan efektivitas penyampaian materi sosiologi di sekolah, sehingga para guru di Kota Yogyakarta dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang aplikatif, bermakna, serta menumbuhkan daya kritis murid. (Dwi Agustina)
Link Terkait
Sistem Informasi
Kontak Kami
Channel Dilogi
Podcast Dilogi
Copyright © 2026,















