Mahasiswa UNY Hadirkan Pembelajaran Sosiologi Kontekstual melalui “Sociology Detective”

Pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Gamping dikemas secara kontekstual melalui kegiatan “Sociology Detective” yang dilaksanakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam rangka Praktik Kependidikan (PK). Kegiatan tersebut mengajak siswa mengidentifikasi berbagai fenomena sosial di lingkungan sekolah dan menghubungkannya dengan konsep Sosiologi yang dipelajari di kelas.

Kegiatan dilaksanakan pada materi Fungsi Sosiologi dalam Mengkaji Gejala Sosial di Masyarakat. Melalui konsep “Sociology Detective”, siswa ditempatkan sebagai pembelajar aktif yang melakukan pengamatan terhadap lingkungan di sekitar mereka. Pembelajaran ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penerapan pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan kontekstual.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan memperoleh kasus atau permasalahan sosial untuk diamati. Setiap kelompok kemudian melakukan pengamatan di sejumlah lokasi di lingkungan sekolah, seperti kantin, lapangan, taman, koridor, depan kelas, dan sekitar perpustakaan.

Dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), siswa mencatat informasi yang ditemukan selama pengamatan. Temuan tersebut kemudian didiskusikan bersama anggota kelompok untuk mengidentifikasi fenomena sosial, melihatnya dari perspektif Sosiologi, serta menghubungkannya dengan konsep fungsi Sosiologi.

Tahapan kegiatan dirancang agar siswa tidak hanya mengamati fenomena, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir sosiologis. Siswa diajak menemukan informasi, mengidentifikasi fenomena sosial, menganalisisnya menggunakan sudut pandang Sosiologi, dan menyampaikan hasil pemikiran berdasarkan temuan yang diperoleh.

Pembelajaran selanjutnya diarahkan pada pemahaman mengenai empat fungsi Sosiologi, yaitu perencanaan sosial, penelitian, pembangunan, dan pemecahan masalah sosial. Fenomena yang ditemukan siswa di lingkungan sekolah digunakan sebagai konteks untuk memahami bagaimana Sosiologi dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kasus-kasus yang dekat dengan kehidupan siswa, mereka diajak memahami bahwa Sosiologi tidak hanya berkaitan dengan konsep dan teori yang dipelajari di dalam kelas. Sosiologi juga dapat digunakan untuk mengamati fenomena sosial, memperoleh informasi, memahami kondisi masyarakat, serta merumuskan alternatif dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial.

Kegiatan “Sociology Detective” juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan bekerja sama, berdiskusi, mengolah informasi, dan mengomunikasikan hasil pemikiran. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga pada keterlibatan siswa dalam menemukan pengetahuan melalui pengalaman langsung.

Bagi mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNY, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman Praktik Kependidikan dalam mengembangkan dan menerapkan pembelajaran Sosiologi yang kontekstual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam merancang pembelajaran yang menghubungkan materi dengan lingkungan dan pengalaman sehari-hari siswa.

Pembelajaran “Sociology Detective” menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi ruang belajar Sosiologi yang memungkinkan siswa mengamati secara langsung berbagai gejala sosial di sekitarnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami relevansi Sosiologi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran. (Nadiya Tsabita)