Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNY Menyemai Kesadaran Sosial dari Ruang Kelas melalui Team Games Tournament (TGT)

Pembelajaran Sosiologi di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta berlangsung lebih interaktif melalui penerapan metode Team Games Tournament (TGT). Mahasiswa Departemen Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tias Isnawati, menerapkan metode pembelajaran tersebut dalam kegiatan Praktik Kependidikan (PK) bagi siswa kelas XE5 pada 7 Agustus 2026.

Melalui pembelajaran ini, Tias mengajak murid tidak hanya memahami konsep-konsep dasar Sosiologi, tetapi juga menghubungkannya dengan berbagai fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi pengantar Sosiologi, sejarah perkembangan Sosiologi, sifat-sifat Sosiologi, serta paradigma Sosiologi.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan penjelasan mengenai konsep dasar Sosiologi secara interaktif dengan memanfaatkan media pembelajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya. Selanjutnya, siswa diperkenalkan pada sejarah singkat perkembangan ilmu Sosiologi, ciri-ciri Sosiologi, serta berbagai pendekatan atau kerangka berpikir yang digunakan untuk memahami kehidupan sosial.

Agar pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan konsep, materi kemudian dikaitkan dengan fenomena sosial yang berada di sekitar kehidupan murid agar lebih relevan. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat bagaimana konsep-konsep Sosiologi dapat digunakan dalam memahami berbagai peristiwa yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tahap Team Games Tournament, murid dibagi ke dalam kelompok dan mengikuti permainan dengan menjawab pertanyaan secara bertahap untuk memperoleh poin. Pertanyaan yang diberikan tidak hanya menguji kemampuan mengingat dan memahami konsep, tetapi juga menghadirkan kasus serta fenomena sosial yang membutuhkan kemampuan analisis.

Murid ditantang untuk memahami situasi yang diberikan, menghubungkannya dengan konsep Sosiologi, kemudian menyampaikan alasan yang mendasari jawaban yang dipilih. Beberapa pertanyaan bahkan diberikan secara lisan dengan waktu yang terbatas sehingga murid harus mampu memahami persoalan, menentukan pendekatan yang tepat, dan menyampaikan pendapat secara langsung.

Penerapan TGT membuat suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan interaktif. Murid terlibat dalam diskusi, mengambil keputusan bersama, serta berkompetisi secara sehat untuk memperoleh poin. Proses tersebut sekaligus memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, dan menyampaikan pendapat secara jelas.

Lebih dari sekadar permainan, pembelajaran ini juga diarahkan untuk mengembangkan cara berpikir sosiologis. Murid diajak memahami suatu peristiwa dengan melihat latar belakang, sebab, serta hubungan sosial yang melingkupinya, bukan semata-mata memberikan penilaian mengenai benar atau salah terhadap suatu situasi.

Pembelajaran melalui TGT tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman belajar yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu pendidikan berkualitas. Pembelajaran yang mendorong keaktifan murid, kemampuan berpikir kritis, dan kerja sama menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pengembangan keterampilan yang dibutuhkan murid dalam kehidupan sosial.

Melalui kegiatan Praktik Kependidikan tersebut, pembelajaran Sosiologi diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna bagi murid. Penggunaan permainan edukatif yang dipadukan dengan analisis fenomena sosial juga diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih berani menyampaikan pendapat, bekerja sama dalam kelompok, serta memahami bahwa Sosiologi memiliki peran penting dalam membaca dan memahami berbagai realitas sosial di sekitar mereka.

Ke depan, pendekatan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual diharapkan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang berkualitas sekaligus mendukung pencapaian tujuan SDGs di lingkungan sekolah. (Tias)