Gandeng UPSI Malaysia, Pendidikan Sosiologi FISIP UNY Gencarkan Edukasi Relasi Sehat bagi Generasi Muda di Negeri Jiran

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Departemen Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta (FISIP UNY) sukses melaksanakan rangkaian kegiatan kolaborasi internasional di Malaysia. Kegiatan ini merupakan inisasi kerja sama yang telah terbangun lama dengan Fakulti Pembangunan Manusia, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Kegiatan Pengabdian ini mengusung tema "Membangun Ruang Aman bagi Anak Muda Malaysia melalui Edukasi Sosial dan Literasi Relasi Sehat". Melalui program tersebut, kedua lembaga berkomitmen mengambil langkah nyata guna mewujudkan lingkungan sosial yang kondusif bagi perkembangan generasi muda saat ini.

Rangkaian kegiatan akademik dan sosial ini dilaksanakan oleh Tim PKM dari Pendidikan Sosiologi FISIP UNY yang terdiri dari Dr. Nur Endah Januarti, S.Pd., M.A., Dr. Grendi Hendrastomo, S.Sos., M.M., M.A., Indra Rahayu Ningsih, S.Pd., M.Pd., Sasiana Gilar Apriantika, S.Pd., M.A., dan Dwi Agustina, S.Pd., M.A. Para akademisi dari UNY tersebut bersinergi erat dengan tim mitra dari UPSI Malaysia yaitu Prof. Madya Dr. Norwaliza Binti Abdul Wahab selama pelaksanaan kegiatan.  

Agenda utama pengabdian ini dimulai pada Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di kampus UPSI Malaysia. Sebanyak 51 anak muda Malaysia tampak sangat antusias mengikuti sesi edukasi sosial mengenai pentingnya membangun ruang aman serta literasi relasi yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas tidak berhenti pada penyampaian materi saja, karena di akhir sesi para peserta diajak aktif berdiskusi secara berkelompok demi menghasilkan campaign (kampanye kreatif) tentang upaya membangun relasi sehat. Kampanye ini dirancang sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyebarkan kesadaran tentang pentingnya relasi yang sehat di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, remaja diajak untuk memahami dan menyadari tentang pentingnya menjalin relasi yang sehat dan setara dengan teman sebaya, agar terhindari dari berbagai bentuk kekerasan baik fisik, verbal, psikologis, maupun seksual. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi upaya membangun lingkungan sosial yang terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, serta remaja sebagai generasi penerus bangsa dapat tumbuh aman dan mengembangkan potensi dengan maksimal. (Dwi Agustina)