You are here
Kurikulum
Primary tabs
KURIKULUM
- Jumlah SKS
|
Keterangan |
Beban sks |
|
Mata kuliah yang ditawarkan |
162 sks |
|
Beban mahasiswa |
144 sks |
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
- Mata Kuliah
|
No |
Mata Kuliah |
Beban sks |
|
1 |
Mata Kuliah Umum (MKU) |
18/18 sks |
|
2 |
Mata Kuliah Fakultas (SIF) |
11/11 sks |
|
3 |
Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK) |
8/8 sks |
|
4 |
Mata Kuliah Keterampilan Proses Pembelajaran (MKKPP) |
20/20 sks |
|
5 |
Mata Kuliah Pengembangan Pendidikan (MKPP) |
19/15 sks |
|
6 |
Mata Kuliah Bidang Keahlian (MKBK) |
86/72 sks |
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
C. Sistem Perkuliahan
| NO | Metode Perkuliahan | Keterangan |
| 1 | Klasikal | Perkuliahan di dalam kelas |
| 2 | Tutorial | Perkuliahan bimbingan |
| 3 | Seminar | Perkuliahan dengan peserta umum |
| 4 | KKL | Perkuliahan di lapangan/ observasi |
| 5 | E-Learning | Perkuliahan memanfaatkan be-smart uny |
Beban belajar mahasiswa dinyatakan dalam besaran satuan kredit semester (sks). Satu sks setara dengan 160 (seratus enam puluh menit: 50 menit tatap muka, 50 menit tugas terstruktur, dan 60 menit tugas mandiri) kegiatan belajar per minggu per semester. Setiap mata kuliah paling sedikit memiliki bobot 1 (satu) sks. Semester merupakan satuan waktu kegiatan pembelajaran efektif selama 16 (enam belas) minggu.
Perkuliahan dilaksanakan dengan sistem tatap muka/pertemuan, termasuk elearning penugasan terstruktur, tugas mandiri dan kegiatan lain yang ekuivalen. Perkuliahan secara keseluruhan berjumlah 16 kali pertemuan per semester. Mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan setiap semester minimal 75%.
Pelaksanaan pembelajaran pada prinsipnya menyangkut tiga tahap: tahap pendahuluan, kegiatan inti/penyajian, dan penutup. Terkait dengan prinsp belajar tuntas, maka kegiatan pembelajaran merupakan proses fasilitasi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar dan ketuntasan sesuai dengan capaian kompetensi yang telah ditentukan. Oleh karena itu pendekatan kontekstual, model lesson study dan future my action plan (FMAP), dengan kegiatan yang mendorong mahasiswa aktif, inovatif, kreatif dan membangun suasana yang menyenangkan, menjadi proses pembelajaran yang terus dikembangkan. Perspektif karakter, nilai-nilai kebangsaan dan jiwa kewirausahaan menjadi bagian tidak terpisahan dalam membangun makna pembelajaran. Melalui proses pembelajaran yang dikembangkan, keberhasilan mahasiswa ditentukan tidak hanya berdasarkan hardskill, kemampuan intelektual (indeks prestasi), tetapi juga softskill dengan melihat kemampuan kognitif, kepribadian dan moralitas.
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________
D. Penilaian
Penilaian proses digunakan untuk melihat keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan yang meliputi aspek softskil dalam hal partisipasi dalam kegiatan perkuliahan, kemampuan mengartikulasi gagasan, menggugah jiwa tanggung jawab dan kemandirian, memunculkan jiwa solidaritas dan kemampuan kerjasama, dan mendorong peningkatan motivasi mahasiswa. Penilaian proses ini dilakukan dengan metode pengamatan, penilaian teman sejawat dan portofolio. Penilaian ini dilakukan selama proses perkuliahan sebagai salah satu komponen menentukan nilai akhir.
Penilaian hasil digunakan untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam mencapai kompetensi yang menjadi capaian pembelajaran. Penilaian hasil terkait dengan kemampuan kognitif dan penerapannya. Penilaian hasil dilakukan melalui Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), ujian praktek dan ujian tugas akhir. Metode penilaian hasil dilakukan dengan ujian tertulis, penulisan essay/makalah, ujian lisan, ujian praktek maupun portofolio laporan tugas.
Link Terkait
Sistem Informasi
Kontak Kami
Channel Dilogi
Podcast Dilogi
Copyright © 2026,















